Akhir-akhir ini pembicaraan mengenai kantong plastik menjadi isu yang sangat penting untuk diperhatikan, harganya yang murah, gampang ditemukan dan mudah digunakan membuat kantong plastik telah menjadi bagian dari hidup kita. Ketika kita beranjak dari rumah untuk ke pasar yang kita lihat adalah hampir semua kemasan makanan dan pembungkus barang dan makanan menggunakan plastik dan kantong plastik.

SainsPop.com

sainspop.com

Awalnya, plastik diciptakan untuk mempermudah kita karena sifatnya yang mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan, bobotnya yang ringan, tahan lama, aman sebagai kemasan barang maupun makanan, dan juga tahan terhadap cuaca dan suhu yang berubah. Dari kemudahan yang diberikan plastik, dia berevolusi menjadi momok yang menakutkan terhadap lingkungan, butuh waktu 50 – 100 tahun untuk plastik terurai oleh alam.

Luar biasa bukan, dampak plastik terhadap lingkungan. Kita perlu melakukan aksi pembaharuan terhadap lingkungan, kita bisa melakukan mengurangi penggunaan plastik atau kita bisa beralih menggunakan plastik yang terbuat dari alam yang pada umumnya disebut dengan bioplastik.

Bioplastik merupakan plastik atau polimer yang secara alamiah dapat dengan mudah terdegradasi baik melalui serangan mikroorganisme maupun oleh cuaca (kelembaban dan radiasi sinar matahari). Bioplastik terbuat dari biopolymer yakni sejenis polimer yang tersusun atas biomassa yang memiliki sifat dapat diperbaharui. Bioplastik juga dapat dipakai sebagai kemasan karena tidak mudah ditembus air. Karenanya bioplastik dapat dipakai sebagai kemasan alternatif pengganti plastik.

Dalam penggunaan bioplastik perlu kita perhatikan lingkungan khusus agar bioplastik dapat terurai karena bioplastik hanya dapat terurai jika berada dalam kondisi yang memiliki temperature, oksigen dan kelembaban tertentu. Sehingga jika bioplastik dibuang dan diperlakukan seperti sampah plastik normal, maka bioplastik tidak dapat terurai dan akan berakhir sama seperti sampah plastik pada umumnya.

Kondisi lingkungan laut juga tidak sesuai untuk mendukung proses penguraian sampah bioplastik. Sampah bioplastik hanya dapat terurai jika terpapar suhu tinggi dan oksigen tinggi, kondisi ini tidak dapat ditemukan di lingkungan laut maupun di tempat pembuangan sampah akhir yang normal digunakan.

Walaupun, bioplastik mampu mengatasi persoalan mengatasi sampah plastik dari kerusakan lingkungan. Sayangnya, biaya produksi terbilang cukup mahal, yakni 200% hingga 500% lebih tinggi daripada plastik konvensional. Selain itu juga proses produksi bioplastik relatif lebih lama ketimbang produksi plastik konvensional, proses produksi yang lebih lama akan menghabiskan daya listrik lebih besar sehingga otomatis memakan biaya yang juga lebih mahal.

Mampu kah kita memulai pembaharuan dalam hal penggunaan bioplastik?

Ditulis oleh Susilo Mardani Akbar