Saya adalah seorang ibu rumah tangga yang saat ini tinggal di Lampung, sebagai ibu rumah tangga yang memiliki satu anak batita saya menyadari bahwa untuk ikut mengatasi masalah sampah, tak perlu muluk-muluk dengan perubahan besar. Kita sebagai individu bisa memulainya dengan langkah kecil, berubah sedikit demi sedikit.

Nah, kali ini saya akan berbagi cerita tentang perubahan kecil yang telah saya lakukan di rumah melalui kampanye berubah dari rumah.  Awalnya secara tidak sengaja saya melihat di akun Instagram Mongabay. Ada kegiatan webinar Jaga Bumi di Kala Pendemi, yang entah kenapa membuat saya begitu antusias ingin mengikutinya. Saya pun mendaftar. Ternyata selain webinar, ada juga tantangan mengunggah aktivitas mengurangi sampah plastik selama 30 hari yang bertajuk #berubahdarirumah. 

Setelah mengikuti webinar, saya menjadi terdorong untuk ikut kampanye 30 hari berubah dari rumah. Meskipun, saya  sempat ragu, apakah bisa menyelesaikan tantangan ini dalam sebulan.  “Bisa tidak ya konsisten memposting aktivitas mengurangi sampah  plastik selama 30 hari? Kira-kira mau posting apa aja selama 30 hari?”

Pertanyaan-pertanyaan itu muncul begitu saja di kepala. Lalu, saya putuskan untuk ikut aja dulu, prosesnya nanti bagaimana ikuti saja. 

Hari pertama saya mengunggah cerita soal membeli nasi uduk menggunakan wadah sendiri. Semangat di hari pertama sudah penuh sekali. Lanjut hingga satu minggu, dua minggu, sambil terus berpikir aktivitas harian apa lagi ya yang berhubungan dengan mengurangi sampah plastik. 

Sampai akhirnya, hal-hal yang tadinya dianggap sepele ikut diunggah , seperti mengumpulkan cangkang telur, mengumpulkan sampah-sampah organik, membeli telur ke warung menggunakan tas kain, sampai belajar membuat mol (mikroorganisme lokal/pupuk cair), dan mengompos sendiri.

Dari semua perubahan itu, pencapaian yang luar biasa bagi saya adalah mantap menggunakan menstrual cup. Yey! Akhirnya berhasil setelah satu tahun lalu membeli menstrual cup, tetapi baru berani menggunakannya ketika #berubahdarirumah berjalan. Ya, alasannya karena takut dan kesulitan saat mencoba memakai pertama kali. 

Beberapa foto selama mengikuti kampanye #berubahdarirumah /instagram @lutfiyulisa

Saya menyadari kalau saja saya tidak ikut kampanye berubah dari rumah, mungkin saya tidak akan sampai pada titik perubahan ini. Beruntung, saat mengikuti kampanye ini saya dan teman-teman difasilitasi bergabung pada satu grup WhatsApp, yang setiap minggunya diberi semangat lewat sharing terkait aktivitas berubah dari rumah.  Kegiatan ini cukup membantu memotivasi saya untuk terus berubah sedikit demi sedikit dan lebih peduli pada lingkungan. 

Selama 30 hari itu, saya pernah merasa ‘mentok’ mencari ide untuk konten, atau malah pernah merasa malas sekali posting. Untuk mengatasi itu, saya punya trik untuk menghilangkan kemalasan. Caranya adalah kepo dengan aktivitas teman-teman lainnya yang ikut kampanye berubah dari rumah.  Apa ya yang mereka posting hari ini? Lalu segera mencari tahu. Ternyata di Jogja dan Jakarta ada toko grosir kebutuhan harian yang bisa menimbang sendiri, dan konsumen tinggal membawa wadah atau tempat dari rumah. Saya lihat lagi, ternyata teman di kota lainnya memiliki solusi oke untuk menghilangkan bau badan yaitu menggunakan spray dari tawas yang dicampur air. Jadi, selalu ada hal baru yang bisa saya pelajari dan menambah semangat untuk membuat konten berubah dari rumah. “Kalau mereka bisa rutin posting, masak saya tidak?” 

Selain itu, komentar dan pertanyaan dari teman-teman selama mengikuti kampanye berubah dari rumah di Instagram, sangat membantu menjaga semangat. Ternyata ada banyak orang yang juga memiliki keinginan sama, tetapi masih ada yang bingung bagaimana caranya. 

Untuk teman-teman yang ingin ikut kampanye dari rumah, tapi masih bingung bagaimana cara memulainya, kalian bisa ikut acara di bawah ini:

Diskusi Interaktif, Laksmi Talks: Indonesia Darurat Plastik

Oh iya, di sini saya hanya bilang bahwa apa yang saya dan teman-teman lakukan dalam kampanye berubah dari rumah, masih jauh dari kata sempurna. Di rumah pun, saya masih memiliki lipatan-lipatan plastik yang disimpan untuk memperpanjang umur pemakaiannya. Tetapi yang pasti, tidak ada kata terlambat untuk lebih peduli menjaga bumi. Saya bisa, kamu bisa, kita semua bisa berproses bersama. Salam berubah dari rumah. 

Penulis: Lutfi Yulisa