Dalam sehari, banyak sampah yang dihasilkan tetapi tidak bisa dimanfaatkan kembali yang kemudian akan berakhir ke tempat penampungan akhir. Sampah merupakan hasil dari aktifitas manusia yang tidak digunakan Kembali atau telah habis masa pemakaiannya. Bisa berupa sisa makanan, kertas, logam hingga sampah yang paling banyak dijumpai yaitu sampah plastic dari berupa kantong, bungkus makanan, dan kemasan minuman. Menurut definisi World Health Organization (WHO) sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak diapakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya (Chandra, 2006).

Sampah yang dihasilkan dari aktifitas manusia paling mendominasi adalah sampah organic dengan komposisi sebanyak 60% kemudian sisanya 40% berupa sampah non organic. Dari komposisi tersebut sebanyak 14% diantaranya adalah sampah plastic yang terbanyak seperti kantong kresek, bungkus makanan dan minuman.

Semakin meningkatnya kebutuhan manusia dan gaya hidup makan jumlah sampah yang dihasilkan akan meningkat atau melebihi kapasitasnya maka perlu cara menangani sampah apalagi dari yang plastic. Untuk menangani sampah platic perlu menerap konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Reuse adalah menggunakan kembali barang-barang yang terbuat dari plastic, Reduce adalah mengurangi pembelian atau penggunaan barang-barang dari plastic, terutama barang-barang sekali pakai dan Recycle adalah mendaur ulang barang-barang yang terbuat dari plastik.

Selian menangani sampah juga bisa melakukan usaha pemanfaatan sampah yang dapat mengurangi dampak tercemar ke lingkungan. Dari nilai ekonomis sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan seperti sampah organic berupa tumbuhan, dedaunan, dan sisa makanan seperti kulit sayur dan kulit buah yang dapat diolah menjadi kompos. Hasilnya kompos jauh lebih aman dan efektif untuk dijadikan pupuk tanaman dibandingkan dengan pupuk pestisida dan pastinya lebih ramah lingkungan. Selama sampah organic bisa dikelola dengan baik maka akan menghasilkan keuntungan.

Berbeda dengan sampah non organic berupa plastic, kertas, logam, botol plastic, kaleng dan lain sebagainya yang sulit terurai maka salah satu cara yang dapat dicoba dengan menjual sampah non organic tersebut atau menjadikannya sebagai kerajinan tangan. Ketika sampah non organic tersebut dijual atau dijadikan kerajinan tangan maka sampah tersebut tidak akan berakhir ke lingkungan yang akan membuat tercemar dan kerusakan. Dengan demikian sampah menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi jika pengelolaan yang tepat.

Dengan upaya yang dilakukan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah sekiranya kita sadar untuk mulai memilah antara sampah organic dan non organic, sampah yang bisa didaur ulang hingga sampah yang bisa digunakan kembali sehingga usaha untuk pemanfaat kembali sampah bernilai ekonomis dan lingkungan.

Menurut World Business Council for Sutainable Development (WBCSD) dalam publikasinya Changing Course telah mengidentifikasikan adanya tujuh faktor kunci dalam konsep eko-efisiensi, yaitu : mengurangi jumlah penggunaan bahan, mengurangi jumlah penggunaan energi, mengurangi pencemaran, memperbesar daur ulang bahan, memaksimalkan penggunaan SDA yang dapat diperbarui, memperpanjang umur pakai produk, serta meningkatkan intensitas pelayanan (Kementrian Negara LH, 2007).

Tidak hanya dirumah saja kita bisa mengurangi pemakaian barang barang yang berpotensi akan menjadi sampah. Ternyata ketika bepergian atau beraktivitas di luar rumah kita bisa meminimalisir sampah dari hasil kegiatan kita. Berikut tips yang bisa akita terapkan dalam kehidupan sehari-hari :

  1. Berpikir ulang sebelum membeli
  2. Menghabiskan makanan
  3. Membawa kantong belanja
  4. Membawa alat makan dan minum sendiri
  5. Membawa peralatan mandi sendiri
  6. Kurangi pemakaian sedotan
  7. Beli es krim cone
  8. Beralih pemakaian dari tisu basah ke sapu tangan
  9. Tidak memakai popok sekali pakai
  10. Dan jangan buang sampah sembarangan

Itulah beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah. Selain tips di atas tentu ad acara kreatif lainnya yang bisa kita terapkan untuk membantu menjaga lingkungan bebas dari sampah. So, tunggu apalagi mulai lah merealisasikan dari sekarang. Ayo, kita pasti bisa melakukannya.

Referensi :

Chandra, Budiman. 2006. Pengantar Kesehatan Lingkungan. EGC. Jakarta

Kementrian Negara LH. 2007. Panduan Penerapan Eko-Efisiensi Usaha Kecil dan Menengah Sektor Batik. Kerjasama Kementrian Negara LH dan Deutsche Gesselschaft fuer Technische Zusammenarbeit (GTZ) GmbH dalam kerangka Program Lingkungan Hidup Indonesia – Jerman (Pro LH). Jakarta.

Ditulis oleh : Dika Putri Sehati