Instagram Rara Sekar dan Nadine Chandrawinata

Instagram Rara Sekar dan Nadine Chandrawinata

Tahu kah Sobat Laksmi, kalau sampah dari sisa aktivitas rumah tangga, menjadi sumber sampah terbesar di Indonesia, lho. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), 37.3 persen dari 67.8 juta ton sampah pada tahun 2020, adalah sampah rumah tangga. Padahal di Indonesia, di tahun yang sama, ada 79.246.692 Kepala Keluarga (KK). Jika jumlah rumah tangga bertambah tanpa dibarengi dengan kesadaran mengelola sampah rumah tangga yang benar, bukan tidak mungkin jumlah produksi sampah akan terus meningkat.

Hans Braxmeier dari Pixabay

RitaE dari Pixabay

RitaE dari Pixabay

Nah kabar baiknya, kini makin banyak generasi muda yang sadar mengenai permasalah ini. Banyak dari mereka mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Tidak hanya soal pengelolaan sampah, tapi juga kebiasaan-kebiasaan baik, seperti mengurangi pemakaian sampah plastik sekali pakai, membawa wadah dan botol minum sendiri, juga soal pakaian. Bagi Sobat Laksmi yang sudah berumah tangga, atau akan berumah tangga, kalian bisa mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan ini untuk menekan angka sampah rumah tangga di Indonesia.

Belakangan, gaya hidup ini memang menjadi tren. Ternyata, ada banyak selebriti yang sudah menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sejak lama, bahkan sebelum mereka membina rumah tangga. Siapa saja selebriti itu? Dan, bagaimana gaya hidup yang mereka terapkan?

Rara Sekar

Kakak kandung Isyana Sarasvati, yang juga berkarier sebagai musisi ini, dikenal dengan gaya hidupnya yang ramah lingkungan. Tak hanya suka berkebun dengan sang suami, Rara juga membagikan hasil panen kebun kecilnya itu ke keluarga dan tetangga, lho. Selain itu, musisi indie ini juga memiliki podcast Benang Merah, yang pernah membahas persoalan sampah.

Agni Pratistha

Puteri Indonesia 2006 ini juga dikenal sebagai artis yang menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Di rumah tangganya, Agni memakai barang-barang yang berkelanjutan dan pakai ulang. Seperti mengganti kapas dengan kain, membawa tas belanja sendiri, dan Agni pernah membuat pakaian sendiri untuk anak-anaknya. Beberapa waktu terakhir, Agni kerap mengunggah menu bekal makan siang untuk suami dan anaknya, yang ia siapkan sendiri. Keren ya, Sobat Laksmi?

Andien Aisyah

Penerapan gaya hidup ramah lingkungan dalam berumah tangga, juga diterapkan oleh penyanyi Andien Aisyah. Tak hanya soal memilah sampah dan mengurangi pemakaian sampah plastik, ibu dua anak konsen dalam masalah limbah fashion. Bersama rekannya, Andien mendirikan Setali Indonesia, sebuah kelompok yang berfokus pada limbah fashion.

Nadine Chandrawinata

Instagram Nadine Chandrawinata

Instagram Nadine Chandrawinata

Alumni Puteri Indonesia 2005 ini juga dikenal sebagai aktivis lingkungan. Nadine kerap mengikuti berbagai kegiatan sosial bertema lingkungan. Bahkan, istri Dimas Anggara ini didapuk menjadi Duta Hak Asasi Manusia bidang Lingkungan tahun 2015 dan Duta Wisata Bahari tahun 2017, lho.

Tak hanya aktif sebagai aktivis lingkungan, dalam kesehariannya, Nadine juga menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Ia kerap bepergian dengan membawa botol minum sendiri dan tas belanja sendiri.

Selain para artis di atas, masih banyak lagi pesohor publik yang menerapkan gaya hidup ramah lingkungan di rumah tangganya. Selain mencontoh kebiasaan baik para artis itu, Sobat Laksmi juga bisa melakukan berbagai cara mudah untuk mengatur sampah rumah tangga, seperti:

  1. Food Preparation

Menyiapkan keperluan makan berkala dengan baik. Caranya mudah, Sobat Laksmi bisa membuat menu yang ingin dimasak, bisa harian atau mingguan. Setelah itu, siapkan bahan sesuai porsi dan simpan dengan benar di kulkas. Langkah ini dapat mengurangi food loss, yakni sisa bahan makanan yang terbuang sia-sia. Selain itu, Food Preparation juga dapat membantu Sobat Laksmi untuk menghitung kebutuhan nutrisi harian, lho.

  1. Menghabiskan Makanan

Menurut data dari KLHK, jenis sampah yang banyak dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah sisa makanan. Bahayanya, sisa makanan yang menumpuk dan tercampur dengan jenis sampah lain dapat menyebabkan cairan berbahaya bernama leachate dan gas metana bertemu. Parahnya, tumpukan sampah itu bisa meledak. Alangkah baiknya, kita menghabiskan makanan yang disajikan di piring kita, untuk mencegah Food Waste.

  1. Memilah Sampah

Hans Braxmeier dari Pixabay

Hans Braxmeier dari Pixabay

Selain soal makanan, sampah dalam rumah tangga juga penting untuk diolah. Jika ada sayuran sisa, sebaiknya jangan dimasukkan di tempat sampah yang sama dengan sampah kering. Pisahkan sampah organik dan non-organik. Sampah non-organik bisa dikumpulkan dan didaur ulang, sedangkan sampah organik, bisa dikompos untuk membuat pupuk tanaman.

Dalam rumah tangga, urusan sampah bukan cuma urusan kaum perempuan saja, tapi juga semua anggota keluarga. Jadi, yuk mulai biasakan diri untuk mengelola sampah rumah tangga yang baik dan benar. Jangan biarkan sampah rumah tangga menjadi ancaman bagi lingkungan sekitar ya, Sobat Laksmi.

Penulis: Siwi Nur Wakhidah