Pengalaman pertama kali menggunakan menstrual cup

Belakangan di feed IG story saya banyak berseliweran postingan soal menstrual cup. Postingan tersebut membuat saya makin terintimidasi pasalnya saya sudah membeli menstrual cup sejak setahun yang lalu tapi masih juga belum berani menggunakannya.

Niat sudah matang sebenernya tapi percayalah bahwa bagi para wanita memasukan menstrual cup ke area “V” itu bukanlah hal yang mudah. Apalagi di Indonesia hal semacam ini masih dianggap tabu.

Pertama melihat bentuk menstrual cup saja, saya sudah bertanya-tanya bagaimana cara memasukan benda seperti corong ini? Ukurannya ternyata besar dan tebal. Saya memutuskan mencari berbagai informasi tips dan trik menggunakan menstrual cup serta berbagai lipatan-lipatan menstrual cup. Saya jadi tahu ada beberapa jenis lipatan yang umum digunakan yaitu c fold, punch down fold, 7 fold, dan u fold.

Sayangnya, meski sudah membaca cara menggunakan menstrual cup, saya masih belum terbayang juga. Akhirnya saya coba buka YouTube demi memberi bayangan lebih jelas.

Ada satu channel YouTube yang menarik, isinya tentang tutorial menggunakan menstrual cup. Namun ternyata mendengarkan sambil menonton arahan saja belum cukup membuat saya merasa menguasai medan. Okelah mari coba saja. Percobaan pertama beberapa bulan setelah membeli. Gagal. Saya tidak berhasil memasukan Si Cawan ini.
Tak lama saya coba lagi, masih gagal juga. Akhirnya saya simpan menstrual cup di dalam wadahnya, tidak saya otak-atik sampai berbulan-bulan.

Hingga pada bulan November tahun lalu, saya mengikuti kampanye #berubahdarirumah. Sebuah kampanye memposting 30 hari aktivitas kita berubah dari rumah terkait mengurangi sampah plastik.

Ok, saya dapet momen yang pas. 30 hari membuat saya harus pintar-pintar mencari ide cerita dan foto yang harus saya posting tiap harinya. Otomatis cerita saya harus banyak kan? Saatnya Si Cawan keluar dari wadahnya.
Saya bertekad kuat harus berhasil kali ini, karena saya nggak mungkin memposting cerita soal cawan ini kalau saya saja belum pernah mencoba menggunakannya.

Akhirnya saya menyadari kesalahan saya di awal adalah terlalu percaya bahwa memasukan cawan saat dalam siklus haid adalah mudah karena area V kita sedang basah. Nyatanya tidak teman-teman. Bagi pemula itu tetap saja sulit. Oleh karena itu, kita membutuh ‘lubrikan’ agar memudahkan menstrual cup masuk (Saya mendapat rekomendasikan lubrikan berbahan dasar air – olesi di sekitar diameter cawan). Setelah amunisi siap, akhirnya saya mulai meyakinkan diri lagi. “Harus sukses!”

Setelah mengambil napas agak panjang dan mencoba rileks. Aha… Menstrual cup berhasil masuk. Asli saya hampir nggak percaya kalo akhirnya menstrual cup bisa masuk, loh. Gara-gara terlalu senang, saya agak lupa apakah tadi sudah merasakan sensasi “bluuub” tanda cawan sudah terbuka sempurna.

Saya coba pastikan lagi saja, saya raba ujungnya sudah terasa melingkar pikir saya. Masih agak kurang yakin, “Oke, nanti sambil di cek sekali-kali saja tembus atau tidak,” pikir saya.

Beberapa kali saya cek, sudah aman tidak ada noda darah. Yeeeayyyy! Saya berhasil.
Hari pertama pemakaian, masih ada perasaan aneh dan belum terlalu nyaman, tapi ini jauh lebih nyaman dibanding rasa lembab dan kotor akibat kita menggunakan pembalut sekali pakai maupun pembalut kain. Apalagi kalau kita ingin buang air kecil dan pergi ke kamar mandi pasti akan mencium bau khas darah yang menempel di pembalut. Semua itu tidak terasa sama sekali saat memakai menstrual cup.

Sebenarnya saya masih penasaran, bagaimana jika kebelet buang air kecil ya? Posisi cawan akan berubah tidak? Rasanya bagaimana? Jawabannya ternyata ya biasa saja, aman-aman saja kok kalau mau buang air kecil karena posisinya juga tidak terasa bergeser.

Oya, meski bahagia setelah berhasil menggunakan menstrual cup, sebenarnya saya agak terganggu dengan stem atau batang menstrual cup yang terasa mengganjal. Lalu timbul pertanyaan, “Apa karena saya membeli ukuran L jadi agak panjang? Beberapa review ada yang menyarankan agar stem dipotong sedikit, agar tidak mengganjal.
Ternyata benar, setelah stem menstrual cup dipotong jadi terasa lebih nyaman dan tidak mengganjal.

Tips tambahan bagi pemula saat akan mencoba memakai menstrual cup. Bisa pilih ukuran menstrual cup yg lebih kecil (tapi ingat ya, sesuaikan dengan volume darah saat siklus haid, jika memang tidak terlalu banyak bisa membeli ukuran yang lebih kecil). Selamat mencoba!

Penulis: Lutfi Yulisa