Tren memesan makanan online makin meningkat. Melansir dari data Nielsen Singapura, pada tahun 2019 sekitar 58 persen masyarakat Indonesia membeli makanan siap saji secara online. Masih dari sumber yang sama, rata-rata mereka memesan makanan melalui aplikasi online sebanyak 2.6 kali dalam sepekan. Angka ini diperkirakan meningkat selama pandemi. Cara ini mungkin memudahkan kita dalam memesan makanan, terlebih ketika tidak memiliki waktu untuk memasak atau makan di luar. Tapi, tahukah jika tren ini mendatangkan masalah baru? Yakni masalah sampah yang makin meningkat.

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sampah sisa makanan masih menjadi jenis sampah paling banyak di Indonesia, disusul dengan sampah plastik. Ini menunjukkan bahwa dua unsur penting dalam memesan makanan secara online, yakni makanannya dan plastik, termasuk dalam penyumbang sampah tertinggi di Indonesia.

Jika masalah sampah ini tidak ditangani dengan baik, maka akan menimbulkan banyak masalah. Sampah sisa makanan yang tertumpuk akan menimbulkan bau busuk, dan cairan berbahaya yang akan mencemari tanah dan air. Tak jauh beda dengan sampah plastik. Usia plastik bisa mencapai ratusan tahun, puluhan kali usia manusia. Jika jumlahnya terus bertambah, tentu akan mengancam keberlangsungan hidup makhluk lain. Seperti belakangan ditemukan mikroplastik di tubuh ikan, bahkan di dalam feses manusia. Inilah alasan penting untuk menghentikan pemakaian plastik sekali pakai, terutama saat memesan makanan secara online.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah sampah plastik sebagai individu, misalnya saja mulai memasak sendiri, membawa tas belanja sendiri dan memiliki produsen serta distributor yang mendukung langkah mengurangi plastik. Selain itu, jika terpaksa harus membeli makanan secara online, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai:

Memilih Restoran yang Mendukung Aksi Penolakan Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Saat hendak membeli makanan secara online, usahakan untuk memilih restoran yang mendukung gerakan menolak menggunakan plastik sekali pakai. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir lagi soal plastik bungkusnya, karena pihak restoran sudah mengetahui dan memakai bungkus ramah lingkungan. Kendati sulit karena variasi restoran masih sedikit, Anda bisa mencoba tips berikutnya ini.

Memberi Catatan Khusus

Jika masih kesulitan, Anda bisa saja memesan di restoran biasa tetapi dengan memberikan catatan. Anda bisa memberi catatan agar penjual mengurangi pemakaian plastik sekali pakai. Fitur memberi catatan ini sudah banyak tersedia di berbagai platform layanan pemesanan makanan online.

Menghabiskan Makanan dan Memperlakukan Wadahnya dengan Baik

Tips selanjutnya ini harus dilakukan, tidak hanya saat memesan makanan secara online saja. Habiskan makanan Anda agar sampah makanan tidak bertambah. Selain itu, perlakukan bungkus makanan dengan baik. Caranya dengan mencuci bungkus makanan (jika plastik), keringkan, lalu pisahkan dari sampah lain. Akan lebih baik lagi jika melakukan daur ulang. Namun jika tidak, Anda bisa mengirimkannya ke perusahaan atau lembaga yang berfokus pada pengolahan sampah dan daur ulang.

Berpikir Ulang

Tips terakhir ialah berpikir ulang untuk membeli makanan secara online. Pertimbangkan untuk mencari makan di restoran terdekat dari lokasi Anda dan makan di tempat. Walau begitu, bukan berarti tips ini membatasi Anda dalam membeli makanan secara online. Jika Anda masih ingin untuk makan di rumah, Anda bisa membeli makanan dengan wadah sendiri.

Untuk melakukan aksi nyata memang tidak mudah dan butuh perjuangan. Anda juga tidak perlu untuk memaksakan diri untuk melarang diri membeli makanan secara online. Anda bisa memulainya dengan mengurangi frekuensi, perlahan dan konsisten.

Penulis: Siwi Nur Wakhidah